SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI DESA BALONGPANGGANG - MARI BERSAMA MEMBANGUN DESA DENGAN TEKNOLOGI INFORMASI UNTUK MENUJU MASYARAKAT DESA DIGITAL

Artikel

Sejarah Desa Balongpanggang

26 Agustus 2016 22:38:09  Administrator  524 Kali Dibaca 

"BALONGPANGGANG"

Asal usul Balongpanggang menurut cerita rakyat yang berkembang, kisah ini berawal dari Sunan Giri III, yaitu Sunan Margi. Beliau melakukan perjalanan dari Giri (Gresik) menuju ke Majapahit. Jalur yang dilewati melalui Cerme, Benjeng, Balongpanggang menuju ke barat, Mantup Lamongan.

 

Ketika sampai ditempat ini beliau berisitirahat. Sunan Margi adalah Raja ke III dari kerajaan Giri Kedaton. Sebagai raja kerajaan islam yang mendapat gelar Sunan, maka beliau juga berdakwah untuk mengenalkan Islam dan mengajak orang-orang untuk menyembah Allah swt. Islam waktu itu adalah agama baru bagi, mereka lebih terbiasa menyembah gerumbul, pohon-pohon tua, atau tempat-tempat angker sebagai persembahan untuk leluhur nenek moyang.

 

Keyakinan baru yang dibawa Sunan Margi, agama Islam, menimbulkan ancaman bagi keyakinan/agama lama yang telah diyakini sejak moyangnya. Sehingga ketika Sunan Margi meminta ijin mengambil air wudlu di Balong (kolam/jublang sumber air) untuk melaksanakan sholat, warga menolak, tidak mengijinkan. Mereka memperlakukan Sunan Margi dengan tidak baik.

 

Karena kehadiran Sunan Margi tidak diharapkan, beliau meneruskan perjalanan ke Mojopahit, lagipula di sini hanya mampir istirahat. Mengambil arah ke barat beliau menuju Mantup Lamongan. Sepeninggal sunan Margi, keanehan terjadi. Balong/kolam sumber air surut, kering kerontang. Dasarnya retak, merekah menganga seperti habis dibakar atau dipanggang. Mungkin ini adalah peringatan dari Allah swt, atas perlakuan warga kepada Sunan Margi, agar masyarakat sadar dan memeluk agama islam.

 

Kemudian hingga sekarang tempat ini dikenal luas oleh masyarakat menjadi Balongpanggang. Kira-kira artinya kolam kering seperti dipanggang. Balong artinya kolam/jublang sumber air.

 

Ini sesuai dengan keadaaan geografis saat ini. Desa Balongpanggang sumber air dari tanah, susah keluar, kalaupun ada jarang sekali dan rasanya asin, sehingga tidak bisa untuk diminum. Bahkan untuk mandi badan rasanya lengket (pliket) dan gerah. Masyarakat Balongpanggang memanfaatkan kolam (jublang, balong) sebagai tempat tandon air hujan, untuk mandi dan cuci. Sedangkan konsumsi minum dan memasak mengambil dari air telaga khusus. Saat musim kemarau air telaga kering,  masyarakat membeli air dari gunung Mantup, atau ngangsu di desa tetangga yang sumber airnya mudah didapat, misalnya Desa Kedungsumber.

 

Intinya, Karena di daerah tersebut sulit adanya sumber mata air, maka tempat tersebut dinamakan Balongpanggang. Meski itu sekadar cerita yang ”mungkin” sulit untuk dilogika dan bersifat wallahu a’lam. Tapi....mau gimana lagi. Toh, sekarang kata ”Balongpanggang” tetaplah menjadi kebanggaan bagi warga penghuninya.

Kirim Komentar


Nama
No. Hp
E-mail
Isi Pesan
  CAPTCHA Image  
 

 Menu Kategori

 Statistik

 Agenda

Belum ada agenda

 Sinergi Program

 Pemerintah Desa

 Peta Wilayah Desa

 Peta Lokasi Kantor


Kantor Desa
Alamat : Jln. Bintoro No.80 RT.01 RW.03 Desa. Balongpanggang Kec. Balongpanggang Kab. Gresik.
Desa : Balongpanggang
Kecamatan : Balongpanggang
Kabupaten : Gresik
Kodepos : 61173
Telepon : 0317921392
Email : [email protected]

 ABSENSI